Jakarta - Surabaya: Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB Jakarta - Surabaya:
Senin - Sabtu | 09:00 - 18:00 WIB

Beranda » LASIK » Bolehkah LASIK pada Lansia? Ini Syarat dan Efek Sampingnya

LASIK pada Lansia: Ketentuan dan Efek Sampingnya

LASIK boleh dilakukan pada lansia, asalkan kondisi mata dan kesehatannya masih memenuhi syarat umum untuk menjalani prosedur tersebut. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan LASIK sangat tinggi, yaitu sekitar 96%.

Prosedur ini dapat terlaksanakan mulai usia 18 tahun ke atas dan umumnya tidak memiliki batasan usia selama kondisi mata sehat serta penglihatan stabil.

Kondisi Mata yang Perlu Diperhatikan Sebelum Lansia Melakukan LASIK

LASIK untuk orangtua lanjut usia masih boleh selama kondisi matanya sehat dan penglihatannya stabil. Umumnya, hasil LASIK di usia 40–60 tahun hampir sama dengan pasien yang lebih muda, meski orang yang lebih tua kadang perlu perawatan tambahan atau penyempurnaan.

Namun, ada beberapa masalah yang sering muncul seiring bertambahnya usia yang mungkin membuat LASIK kurang cocok. Kondisi yang perlu Anda perhatikan adalah:

1. Katarak

Sebagian besar orang mulai mengalami kekeruhan pada lensa mata di usia 60-an dan LASIK tidak bisa mencegah atau memperlambat katarak. Jika katarak muncul setelah LASIK, Anda mungkin memerlukan operasi tambahan untuk memperbaiki penglihatan.

Dalam beberapa kasus, LASIK tidak dokter sarankan sama sekali jika katarak sudah mulai terbentuk. Dokter akan mengevaluasi kondisi mata untuk menentukan prosedur yang paling aman dan efektif.

Baca Juga: Lasik Mata Masa Kini!

2. Sindrom Mata Kering

Seiring bertambahnya usia, produksi air mata berkurang sehingga mata bisa terasa kering, gatal, atau terbakar. Kondisi ini bisa memburuk setelah LASIK karena operasi memotong saraf yang membantu menghasilkan air mata.

Dokter biasanya akan menyarankan pengobatan untuk meningkatkan kelembapan mata sebelum mempertimbangkan operasi.

3. Glaukoma

Glaukoma terjadi ketika tekanan di dalam mata meningkat dan menekan saraf optik, yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan jika tidak terobati. Karena LASIK dapat menipiskan kornea, kondisi ini bisa membuat dokter lebih sulit mendeteksi glaukoma pada tahap awal.

Jika seseorang memiliki glaukoma sedang atau berat, LASIK biasanya tidak dokter sarankan karena dapat mempersulit pemantauan penyakit. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan apakah prosedur ini aman atau sebaiknya ganti dengan metode lain yang lebih sesuai.

4. Presbiopia

Seiring bertambahnya usia, lensa mata menjadi lebih kaku sehingga sulit untuk fokus pada benda dekat dan kondisi ini disebut presbiopia. LASIK tidak bisa menghentikan proses alami ini sehingga Anda mungkin tetap memerlukan kacamata baca setelah operasi.

Untuk membantu melihat jarak dekat dan jauh, dokter kadang mengoreksi satu mata untuk jarak dekat dan satu mata untuk jarak jauh. Namun, tidak semua orang cocok dengan metode ini sehingga dokter biasanya akan melakukan uji coba menggunakan lensa kontak khusus terlebih dahulu.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang perlu Anda perhatikan sebelum LASIK:

  • Stabilitas penglihatan: Resep mata sebaiknya stabil minimal satu tahun sebelum operasi.
  • Riwayat cedera mata: Beri tahu dokter tentang cedera atau infeksi sebelumnya.
  • Kesehatan umum: Beri tahu dokter jika memiliki penyakit seperti diabetes atau gangguan autoimun.

Anda juga harus berhenti memakai lensa kontak untuk sementara sebelum operasi karena lensa kontak memengaruhi bentuk kornea.

Efek Samping LASIK pada Lansia

Seperti halnya operasi lain, LASIK juga memiliki risiko tertentu yang perlu diperhatikan. Pada lansia, efek samping yang bisa muncul antara lain mata kering, pandangan silau, munculnya bayangan seperti lingkaran cahaya, atau penglihatan yang kadang berubah-ubah.

Selain itu, proses penyembuhan setelah operasi bisa berlangsung lebih lama daripada pasien usia muda. Hal ini wajar karena kemampuan jaringan tubuh untuk pulih biasanya menurun seiring bertambahnya usia.

Meski begitu, LASIK tetap bisa menjadi pilihan untuk membantu memperbaiki penglihatan dan mengu rangi ketergantungan pada kacamata. Namun, keputusan untuk menjalani LASIK sebaiknya dibuat setelah berkonsultasi dengan dokter mata agar semua risiko dan manfaatnya benar-benar dipahami.

Baca Juga: Apakah Boleh Operasi Katarak Setelah Lasik Mata?

Alternatif Selain LASIK untuk Lansia

Selain LASIK, ada pilihan lain untuk membantu memperbaiki penglihatan pada lansia, yaitu:

1. ICL

Implantable collamer lens (ICL). ICL mirip seperti lensa kontak, tetapi terpasang secara permanen di dalam mata tepat di antara iris dan lensa alami Anda.

Lensa ini terbuat dari bahan yang lentur dan aman bagi tubuh sehingga tidak terasa atau terlihat setelah terpasang. Karena sifatnya yang fleksibel, ICL bisa menyesuaikan dengan bentuk alami mata dan memberikan hasil penglihatan yang jernih dan nyaman.

Berbeda dengan LASIK, ICL bisa untuk memperbaiki rabun jauh dan astigmatisme dengan derajat yang lebih tinggi. Pilihan ini juga cocok untuk orang yang memiliki kornea tipis atau sering mengalami mata kering yang biasanya tidak dokter sarankan menjalani LASIK.

Kelebihan lain dari ICL adalah bisa dilepas kembali jika kondisi mata berubah, misalnya muncul katarak atau perlu penyesuaian kekuatan lensa. Jadi, bagi lansia yang tidak cocok menjalani LASIK, ICL bisa menjadi alternatif aman dan efektif untuk mendapatkan penglihatan yang lebih baik.

2. Presbyond

Presbyond adalah metode bedah mata dengan laser khusus untuk mengatasi presbiopia, yaitu penurunan kemampuan melihat jarak dekat akibat proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, lensa alami di dalam mata kehilangan elastisitasnya sehingga mata sulit menyesuaikan fokus saat melihat benda dekat seperti saat membaca.

Dalam prosedur ini, masing-masing mata disesuaikan secara berbeda, satu fokus untuk melihat jarak jauh dan satu lagi untuk jarak dekat. Kombinasi ini membantu otak menggabungkan penglihatan dari kedua mata agar pasien dapat melihat dengan jelas pada berbagai jarak tanpa tergantung pada kacamata baca.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Lasik Mata dan Operasi Katarak

Konsultasi LASIK di Ciputra SMG Eye Clinic

Sebelum memutuskan untuk menjalani LASIK, sangat penting melakukan konsultasi terlebih dahulu di Ciputra SMG Eye Clinic. Di sini, dokter mata akan memeriksa kondisi mata Anda secara menyeluruh untuk memastikan apakah Anda cocok menjalani prosedur LASIK.

Selama konsultasi, Anda juga akan mendapatkan penjelasan lengkap tentang proses operasi, waktu pemulihan, serta perkiraan biayanya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai biaya LASIK mata 2026, Anda dapat melihat panduannya di situs resmi Ciputra SMG Eye Clinic.

Telah direview oleh dr. Syenny Budi Handoko, Sp.M

Source:

Tim Konten Medis

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2026